RABU, 28 OKTOBER 2026 . KELAS 1A. MATEMATIKA
IDENTITAS
Nama Guru: Juwitasari Pebriani, S.Pd. dan Melia Andriani, S.Pd.
Mata Pembelajaran: Matematika
Hari/Tanggal: Rabu, 27 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/1A
Materi: Menyajikan Soal Cerita Pengurangan Sederhana
Pertemuan ke: 4 (2 JP)
π· PEMBUKAAN PEMBELAJARAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. π·
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1A! π
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, bersemangat, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang konsep pengurangan menggunakan tanda kurang (−) dan cara berhitung mundur. Hari ini kita akan belajar menyajikan soal cerita pengurangan, yaitu mengubah cerita sederhana menjadi kalimat matematika dan menentukan jawabannya.
Coba perhatikan cerita berikut!
π Ibu mempunyai 8 buah apel. Sebanyak 3 apel diberikan kepada tetangga. Berapa apel Ibu yang tersisa?
Nah, bagaimana cara mengetahui jumlah apel yang masih dimiliki Ibu? Kita dapat menggunakan pengurangan!
8 − 3 = 5
Jadi, apel Ibu yang tersisa ada 5 buah. MasyaAllah, ternyata kita bisa menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari! π₯°
Yuk, anak-anak, kita belajar bersama dengan gembira, teliti, dan penuh semangat!
π CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami konsep pengurangan bilangan cacah sampai 20 serta menyajikan dan menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari melalui soal cerita, gambar, benda konkret, dan kalimat matematika.
π― TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami isi soal cerita sederhana tentang pengurangan.
Menentukan jumlah benda mula-mula dan jumlah benda yang berkurang.
Menyajikan soal cerita ke dalam kalimat matematika menggunakan tanda kurang (−).
Menghitung hasil pengurangan dengan bantuan benda konkret, gambar, atau berhitung mundur.
Menuliskan jawaban soal cerita pengurangan dengan benar dan percaya diri.
π± MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik berlatih membaca dan menyimak soal cerita dengan penuh perhatian. Peserta didik diajak mengenali jumlah awal, memahami kejadian dalam cerita, dan menentukan jumlah benda yang berkurang secara teliti.
π‘ MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan konsep pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti buah yang dimakan, permen yang diberikan kepada teman, mainan yang diambil, dan pensil yang dipinjamkan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa pengurangan membantu kita mengetahui jumlah benda yang tersisa.
π JOYFUL (Menyenangkan)
Pembelajaran dilaksanakan melalui cerita bergambar, permainan kartu angka, praktik menggunakan stik atau balok hitung, kegiatan “Ayo Pecahkan Ceritanya!”, dan pengerjaan LKPD yang menarik.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk mencoba, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan gembira.
π ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Menyimak dan memahami soal cerita sederhana tentang pengurangan.
Mengidentifikasi jumlah benda mula-mula dan jumlah benda yang berkurang.
Menyajikan soal cerita menjadi kalimat matematika menggunakan tanda kurang (−).
Menentukan hasil pengurangan menggunakan benda konkret, gambar, atau berhitung mundur.
Menyampaikan jawaban soal cerita secara lisan maupun tertulis.
π§© MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL).
Metode Pembelajaran: Bercerita, tanya jawab, demonstrasi, diskusi sederhana, praktik menggunakan benda konkret, dan latihan soal.
πΌ️ MEDIA PEMBELAJARAN
Gambar cerita tentang pengurangan.
Stik es krim atau balok hitung.
Kartu angka dan kartu tanda operasi.
Benda konkret, seperti pensil, buku, dan penghapus.
Papan tulis dan alat tulis.
LKPD soal cerita pengurangan.
πΌ APERSEPSI
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang tanda kurang (−) dan cara berhitung mundur.
Guru menunjukkan 7 stik es krim kepada peserta didik.
Kemudian, guru mengambil 2 stik dan bertanya:
Berapa stik yang ada mula-mula?
Berapa stik yang diambil?
Apakah jumlah stik bertambah atau berkurang?
Berapa stik yang tersisa?
Guru bersama peserta didik menghitung stik yang tersisa.
Kalimat matematikanya:
7 − 2 = 5
Jadi, stik yang tersisa ada 5 buah.
Guru kemudian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat disajikan dalam bentuk soal cerita. Peserta didik akan belajar memahami cerita, menuliskan kalimat matematika, dan menentukan jawabannya.
π KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.
Anak-anak shalih dan shalihah, semua rezeki yang kita miliki merupakan karunia dari Allah Swt. Kita harus selalu bersyukur atas makanan, mainan, buku, dan benda-benda yang kita gunakan sehari-hari.
Ketika kita berbagi makanan dengan teman, jumlah makanan yang kita miliki akan berkurang. Namun, berbagi merupakan perbuatan baik yang dapat membuat orang lain bahagia. π·
π QS. Ibrahim Ayat 7
Allah Swt. mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya.
πΈ Pesan untuk Anak-Anak
Selalu bersyukur atas nikmat Allah Swt.
Senang berbagi dengan teman.
Menggunakan barang dengan baik dan bertanggung jawab.
Tidak boros dan tidak membuang-buang makanan.
Belajar dengan sabar, jujur, dan teliti.
Melalui pembelajaran ini, kita tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar bersyukur dan membiasakan diri berbuat baik kepada sesama. Alhamdulillah. π€²
Mari kita simak video berikut ini :
π MATERI PEMBELAJARAN
1. Apa Itu Soal Cerita Pengurangan?
Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disampaikan dalam bentuk cerita tentang suatu keadaan ketika jumlah benda berkurang atau sebagian benda diambil dari jumlah semula.
Soal cerita dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
π Ibu mempunyai 9 buah jeruk. Sebanyak 4 jeruk diberikan kepada tetangga. Berapa jeruk Ibu yang tersisa?
Dari cerita tersebut, kita mengetahui bahwa:
Jeruk mula-mula ada 9 buah.
Jeruk yang diberikan ada 4 buah.
Kita harus mencari jumlah jeruk yang tersisa.
Kalimat matematika:
9 − 4 = 5
Jadi, jeruk Ibu yang tersisa ada 5 buah.
2. Mengenal Bagian-Bagian Soal Cerita Pengurangan
Agar mudah mengerjakan soal cerita, kita perlu menemukan tiga hal penting.
A. Jumlah mula-mula
Jumlah benda yang dimiliki pada awal cerita.
B. Jumlah yang berkurang
Jumlah benda yang dimakan, diberikan, diambil, atau tidak ada lagi dalam jumlah semula.
C. Jumlah yang tersisa
Jumlah benda yang masih ada setelah sebagian benda berkurang.
Contoh:
Dina mempunyai 10 permen. Ia memberikan 3 permen kepada adiknya. Berapa permen Dina yang tersisa?
Jumlah mula-mula: 10 permen.
Jumlah yang diberikan: 3 permen.
Jumlah yang tersisa: belum diketahui.
Kalimat matematika:
10 − 3 = 7
Jadi, permen Dina yang tersisa ada 7 buah.
3. Kata-Kata yang Dapat Menjadi Petunjuk Pengurangan
Beberapa kata dalam soal cerita dapat membantu kita memahami bahwa jumlah benda berkurang.
| Kata | Contoh Kejadian |
|---|---|
| Dimakan | Sebagian kue dimakan. |
| Diberikan | Permen diberikan kepada teman. |
| Diambil | Beberapa mainan diambil dari kotak. |
| Hilang | Sebagian benda tidak ditemukan. |
| Pecah | Sebagian balon pecah. |
| Dipinjam | Sebagian pensil dipinjam teman. |
Ingat, anak-anak! Kita harus membaca seluruh cerita dengan teliti. Tidak cukup hanya mencari satu kata, tetapi kita juga harus memahami kejadian yang diceritakan.
π CONTOH SOAL CERITA DAN PENYELESAIANNYA
π Contoh 1: Cerita Apel
Ibu mempunyai 8 buah apel. Sebanyak 3 apel diberikan kepada tetangga. Berapa apel Ibu yang tersisa?
Diketahui:
Apel mula-mula: 8 buah.
Apel yang diberikan: 3 buah.
Kalimat matematika:
8 − 3 = 5
Jawaban: Apel Ibu yang tersisa ada 5 buah.
π¬ Contoh 2: Cerita Permen
Rani mempunyai 9 permen. Ia memberikan 4 permen kepada temannya. Berapa permen Rani yang tersisa?
Diketahui:
Permen mula-mula: 9 buah.
Permen yang diberikan: 4 buah.
Kalimat matematika:
9 − 4 = 5
Jawaban: Permen Rani yang tersisa ada 5 buah.
✏️ Contoh 3: Cerita Pensil
Budi mempunyai 10 pensil. Sebanyak 2 pensil dipinjam oleh adiknya. Berapa pensil Budi yang tidak dipinjam?
Diketahui:
Pensil mula-mula: 10 buah.
Pensil yang dipinjam: 2 buah.
Kalimat matematika:
10 − 2 = 8
Jawaban: Pensil Budi yang tidak dipinjam ada 8 buah.
π Contoh 4: Cerita Balon
Siti mempunyai 7 balon. Sebanyak 2 balon pecah. Berapa balon Siti yang masih utuh?
Diketahui:
Balon mula-mula: 7 buah.
Balon yang pecah: 2 buah.
Kalimat matematika:
7 − 2 = 5
Jawaban: Balon Siti yang masih utuh ada 5 buah.
π§Έ Contoh 5: Cerita Mainan
Di dalam kotak terdapat 12 mainan. Sebanyak 5 mainan diambil untuk dimainkan. Berapa mainan yang masih ada di dalam kotak?
Diketahui:
Mainan mula-mula: 12 buah.
Mainan yang diambil: 5 buah.
Kalimat matematika:
12 − 5 = 7
Jawaban: Mainan yang masih ada di dalam kotak berjumlah 7 buah.
✏️ YUK, BERLATIH!
Bacalah setiap soal cerita dengan teliti. Tuliskan kalimat matematika dan jawaban yang benar. Kalian boleh menggunakan jari atau benda konkret untuk membantu menghitung.
1. π Cerita Apel
Dina mempunyai 6 buah apel. Sebanyak 2 apel dimakan. Berapa apel yang tersisa?
Kalimat matematika: ..................................................
Jawaban: ....................................................................
2. π¬ Cerita Permen
Beni mempunyai 8 permen. Ia memberikan 3 permen kepada temannya. Berapa permen Beni yang tersisa?
Kalimat matematika: ..................................................
Jawaban: ....................................................................
3. ✏️ Cerita Pensil
Siti mempunyai 10 pensil. Sebanyak 4 pensil diberikan kepada adiknya. Berapa pensil Siti yang tersisa?
Kalimat matematika: ..................................................
Jawaban: ....................................................................
4. π Cerita Balon
Rani mempunyai 9 balon. Sebanyak 2 balon pecah. Berapa balon yang masih utuh?
Kalimat matematika: ..................................................
Jawaban: ....................................................................
5. π§Έ Cerita Mainan
Di dalam kotak terdapat 13 mainan. Sebanyak 5 mainan diambil. Berapa mainan yang masih ada di dalam kotak?
Kalimat matematika: ..................................................
Jawaban: ....................................................................
π ASESMEN FORMATIF
Asesmen formatif dilakukan melalui kegiatan tanya jawab, pengamatan saat peserta didik menggunakan benda konkret, dan hasil pengerjaan LKPD.
π· Aspek yang Dinilai
Pemahaman cerita: Peserta didik mampu memahami informasi dalam soal cerita.
Ketepatan menentukan angka: Peserta didik mampu menentukan jumlah mula-mula dan jumlah yang berkurang.
Penyajian kalimat matematika: Peserta didik mampu menggunakan tanda kurang (−) dengan tepat.
Ketepatan hasil: Peserta didik mampu menghitung hasil pengurangan dengan benar.
Sikap belajar: Peserta didik menunjukkan sikap teliti, mandiri, jujur, dan percaya diri.
π Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Sangat Baik: Mampu memahami cerita, menuliskan kalimat pengurangan, dan menemukan jawaban dengan benar secara mandiri.
Baik: Mampu menyelesaikan sebagian besar soal dengan benar dan sedikit arahan.
Cukup: Mampu memahami cerita dan menyelesaikan soal dengan bantuan benda konkret atau bimbingan guru.
Perlu Bimbingan: Masih membutuhkan pendampingan dalam memahami cerita, menentukan operasi pengurangan, dan menghitung hasilnya.
Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing.
π PENUTUP PEMBELAJARAN
Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang menyajikan soal cerita pengurangan. π·
Kita telah berlatih memahami isi cerita, menemukan jumlah benda mula-mula, menentukan jumlah benda yang berkurang, menuliskan kalimat matematika menggunakan tanda kurang (−), dan menghitung jumlah benda yang tersisa.
Anak-anak shalih dan shalihah, ingatlah bahwa untuk menyelesaikan soal cerita, kita harus membaca dengan teliti, memahami ceritanya, kemudian menghitung dengan benar. Jika merasa kesulitan, kita boleh menggunakan jari, gambar, atau benda konkret untuk membantu berhitung.
Teruslah berlatih dengan semangat, bersikap jujur, saling membantu, dan tidak mudah menyerah. Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, cerdas, rajin belajar, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. π€²π
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. π·
See you again, my smart students! π

Komentar
Posting Komentar